If only I have Macbook, iPod, and speaker BOSE 2.0, I would be happy…
Yeah, Sudah lama bermimpi untuk memiliki barang-barang di atas. Macbook buat kuliah, iPod buat ngedengerin musik pas lagi nganggur, dan Bose untuk buat bikin ribut orang-orang se-RT. Ayolah, siapa sih yang ga seneng punya barang-barang di atas? Keinginan manusia emang ga ada abisnya…
Fyuh, sampai terlontar kalimat ‘hanya akan bahagia bila punya… ‘. Kalau kalian belum baca buku 7 Habits, inilah penyakit yang disebut Sean Covey Stuff-Centered. Bukan penyakit sih, tapi lebih mirip sebuah paradigma tentang kehidupan, dimana seseorang yang menilai kebahagian hidup itu muncul dari barang atau hal lain. Anyway, saya lebih suka nyebut ini penyakit, dan sekarang lagi menyerang gua.
Stuff-centered menunjukkan betapa tak merdekanya seseorang terhadap kehidupannya sendiri. Kebahagiannya dikontrol oleh hal lain, yaitu barang. Semoga gua bisa sembuh dan mulai nemuin jati diri (lanjut baca 7 habits ke chapter berikutnya ah…). Karena sulit bahkan mustahil bagi gua, untuk mengendalikan hal yang tidak berhak gua kendalikan.
If who I am is what I have and I have is lost, then who I am? Anonymous – 7 Habits of Higly Effective Teens

kalau gue sih ngeliatnya ya di, barang-barang itu bukan secara langsung memberi kebahagiaan. Tapi itu soal pencapaian. Ketika lo menginginkan sesuatu, dan lo mendapatkannya (tercapai), maka secara alami pasti seneng donggg…
tapi ya itu, balik lagi. tetep:
“success is getting what you want.
happiness is wanting what you get.”
biar cuma ada laptop 7inch, atau mp3 player biasa, instead of those bitten apples stuff, syukurilah. being happy is just that simple.
@puty
Hem, itulah yang perlu dirubah di gua, paradigma tentang stuff… Berpusat pada barang (stuff-centered) emang ga baik, tapi yang lu usulin boleh juga, pencapaiannya yang harus kita perhatikan… Hehehe, kalo usul gua, kayaknya berpusat pada prinsip seperti yg diomongin Sean Covey boleh juga, dan gua bisa mulai dari prinsip bersyukur dan determinasi tinggi untuk mengobati bitten-apple-centered (sorry Steve…)
“Gimana Bro, mau berubah?”, bertanya pada diri sendiri…
“Lanjutkan!”, SBY mendukung
“Lebih cepat, lebih baik!”, JK menyemangati…
*lol*