Barusan lihat empat mata, Tukul Arawana berkata sesuatu yang bijak, menyadarkanku dari kebodohan masa lalu…
“Anak itu kalau punya masalah selalu mengadu kepada orang tuanya, kalau orang tua punya masalah tidak pernah cerita kepada anaknya, mereka tidak ingin anaknya ikut merasakan penderitaannya, mereka pikul beban berat sendiri, dan berpura-pura seolah tidak ada apa-apa di depan anaknya”, kurang lebih demikian ucapan Tukul Arwana, maaf agak lupa jadi saya edit dikit-dikit. Seolah ingin mengucap panjang lebar tentang orang tua, tapi sayang harus diakhiri dengan riuh penonton yang berkata serempak, “Hiya, hiya”, mirip riuh penonton melihat rally panjang dalam permainan badminton. Wah, jadi lupa juga episode berapa Tukul berujar seperti ini, pokoknya ada Ruben Onsu nangis dan ada Brugman bersama Ibunya.
Jadi ingat, kalau sering berlaku egois ke orang tua. Waktu ujian semesteran, beli pulsa buat nelpon orang tua, minta doa restu. Tapi di hari-hari biasa, jarang nelpon bahkan hanya untuk menanyakan kabar. Di hari menjelang SPMB dulu, nelpon ke orang tua berjam-jam hanya untuk berkeluh kesah, betapa susahnya mengerjakan soal SPMB, padahal itu kesalahanku sendiri karena tidak pernah belajar di kala SMA dulu. Beruntung doa Ibu mengantarkanku ke tempat kuliahku sekarang.
Ketika Ibu jatuh sakit, Ibu bahkan tidak mengabariku, takut ganggu kuliah, padahal di kosan tidak pernah belajar. Menyedihkan. Bukan ini yang engkau harapkan dari putramu Bu. Maaf belum bisa jadi anak yang sempurna Bu!
Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tua ku, dan sayangilah mereka, lebih dari bagaimana mereka menyayangiku, selama ini! Golongkanlah mereka sebagai ahli surga. Amiin!
