Alfered Wegener mencetuskan Teori Pengapungan Benua (Continental Drift) di tahun 1912. Ide ini awalnya ditertawakan. Namun pada akhirnya dibenarkan dan diperjelas di tahun 1960, kemudian teori ini lebih dikenal dengan Teori Tektonik Lempeng.
Kerak bumi bersama Litosfer merupakan bagian padat dari Bumi. Di bawahnya terdapat Astenosfer yang bersifat plastik, seperti cairan, dan bergerak sangat lambat. Pergerakan Astenosfer berasal dari arus konveksi panas intibumi. Di Astenosfer, panas ini tidak tersebar merata, lebih dingin jika mendekati litosfer dan lebih panas jika mendekati inti bumi. Perbedan inilah yang menyebabkan konveksi di Astenoster. Konveksi ini menimbulkan pergerakan pada lempeng (litosfer) di atasnya. Dan inilah yang menyebabkan Pangea terbagi menjadi dua bagian sekitar 180 juta tahun yang lalu, Laurasia di utara dan Gondwanaland di selatan.
Yang menarik adalah daratan India. Dia bukan dari daratan yang sama seperti daratan yang membentuk China. Daratan ini berasal dari pecahan Gondwanaland dan terus naik ke utara hingga bersatu dengan Asia. Pertemuan daratan ini menimbulkan peristiwa subdunction, dimana lempeng India bertemu dan menekan Asia. Arus konveksi memaksa India terus ke utara. Akhirnya, materi Litosfer India masuk terbawa arus masuk ke dalam Astenosfer. Karena panas bumi di bawah permukaan sangat tinggi, materi ini mudah menjadi cairan panas, inilah yang di sebut magma. Magma keluar dan membentuk pegunungan, Pegunungan Himalaya.
Jika kalian berpikir Bandung memang pegunungan jutaan tahun yang lalu, maka kalian salah. Bandung adalah laut di masa lampau. Salah satu buktinya adalah ditemukannya banyak fosil plankton di pegunungan Bandung. Gunung-gunung bergerak perlahan bagaikan awan. Subhanallah, semua ini telah dituliskan Allah dalam kitab yang agung, Al Quran, 14 abad silam. Lalu masih adakah kalian keraguan terhadap agama Islam? Fabiayyialaaa i rabbikummaa tudadzdzibaan
“Dan kamu lihat gunung-gunung itu, kamu sangka dia tetap di tempatnya, padahal ia berjalan sebagai jalannya awan. (Begitulah) perbuatan Allah yang membuat dengan kokoh tiap-tiap sesuatu; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan”. (An Naml: 88)
[Source: Holy Quran, Catatan Kuliah ‘Pengenalan Geologi’, Microsoft ® Encarta ® 2007]
