Juni 12, 2009 oleh Nugraha Hardika
Berencana untuk memberikan oleh-oleh kepada keponakan, gua putusin untuk jalan ke Istana Plaza Bandung mencari mainan untuk mereka. Ketika sampai di toko mainannya, langsung cari mainan dari tokoh di film Toy Story, Buzz the light year. Penjaga di sana kurang begitu hafal dengan tokoh-tokoh kartun, jadi sewaktu gua nanya ada mainan Buzz (Toy Story), Linguini (Ratatouille), Mc Queen (Cars), Doc Hudson (Cars), dan Boo (Monster Inc.) mereka ga ada yang ngerti dan bilang mainan yang gua cari ga ada. Karena teman gua, Puti, bilang ada mainan Buzz di sana, gua ga percaya ama penjaganya. Akhirnya terpaksa harus memeriksa satu persatu mainan di sana di banyak etalase berbeda walau dengan penjagaan ketat dari penjaga di sana, maklum tampang gua kriminal
.
Ketemu! Dua Buzz di etalase yang bercampur dengan doraemon. Lima lainnya di etalase yang banyak mainan One Piece. Pantes, susah dicari. Setelah seleksi dari 7 mainan di sana, gua bayar, lumayan murah, Rp 20.000,- untuk mainan berukuran 5 inch.

Buzz, Doc Hudson, dan Mc Queen
Perburuan gua teruskan di BIP, toko Blitz Anime, di sana dapet Mc Queen dan Doc, Rp 12.500/pc, pretty cheap, uh! Namun sayangnya gua ga dapet Boo, karakter ini mirip banget ama ponakan gua. Well, itu semua cerita perburuan hari itu. Lumayan daripada nganggur di liburan semester 4 ini.
Ditulis dalam experience | yang berkaitan Blitz Anime BIP, Buzz, Collection, Doc Hudson, Mc Queen, Multi IP, Toy | 1 Komentar »
Juni 7, 2009 oleh Nugraha Hardika
If only I have Macbook, iPod, and speaker BOSE 2.0, I would be happy…
Yeah, Sudah lama bermimpi untuk memiliki barang-barang di atas. Macbook buat kuliah, iPod buat ngedengerin musik pas lagi nganggur, dan Bose untuk buat bikin ribut orang-orang se-RT. Ayolah, siapa sih yang ga seneng punya barang-barang di atas? Keinginan manusia emang ga ada abisnya…
Fyuh, sampai terlontar kalimat ‘hanya akan bahagia bila punya… ‘. Kalau kalian belum baca buku 7 Habits, inilah penyakit yang disebut Sean Covey Stuff-Centered. Bukan penyakit sih, tapi lebih mirip sebuah paradigma tentang kehidupan, dimana seseorang yang menilai kebahagian hidup itu muncul dari barang atau hal lain. Anyway, saya lebih suka nyebut ini penyakit, dan sekarang lagi menyerang gua.
Stuff-centered menunjukkan betapa tak merdekanya seseorang terhadap kehidupannya sendiri. Kebahagiannya dikontrol oleh hal lain, yaitu barang. Semoga gua bisa sembuh dan mulai nemuin jati diri (lanjut baca 7 habits ke chapter berikutnya ah…). Karena sulit bahkan mustahil bagi gua, untuk mengendalikan hal yang tidak berhak gua kendalikan.
If who I am is what I have and I have is lost, then who I am? Anonymous – 7 Habits of Higly Effective Teens
Ditulis dalam experience, opinion, quote | yang berkaitan 7 habits, macbook, quote, stuff, stuff centered, things | 2 Komentar »
Juni 1, 2009 oleh Nugraha Hardika
Sudah kenal dengan facebook semua kan? Sekarang, kita bisa menambahkan potongan facebook ke dalam blog wordpress kita. Semua pengunjung blog Anda bisa melihat menambahkan Anda menjadi teman dengan hanya klik di atas badge-nya. Try me!

Gimana? Keren kan? Yang harus kita lakukan pertama kali ialah memiliki akun facebook tentunya, sudah punya semua kan? Nah, ikuti tutorialnya dibawah ini.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam tips & trik | yang berkaitan bagde, blogger, cara, facebook, no plug in, simple, tips, trick, trik, wordpress | 2 Komentar »
Juni 1, 2009 oleh Nugraha Hardika
Barusan lihat empat mata, Tukul Arawana berkata sesuatu yang bijak, menyadarkanku dari kebodohan masa lalu…
“Anak itu kalau punya masalah selalu mengadu kepada orang tuanya, kalau orang tua punya masalah tidak pernah cerita kepada anaknya, mereka tidak ingin anaknya ikut merasakan penderitaannya, mereka pikul beban berat sendiri, dan berpura-pura seolah tidak ada apa-apa di depan anaknya”, kurang lebih demikian ucapan Tukul Arwana, maaf agak lupa jadi saya edit dikit-dikit. Seolah ingin mengucap panjang lebar tentang orang tua, tapi sayang harus diakhiri dengan riuh penonton yang berkata serempak, “Hiya, hiya”, mirip riuh penonton melihat rally panjang dalam permainan badminton. Wah, jadi lupa juga episode berapa Tukul berujar seperti ini, pokoknya ada Ruben Onsu nangis dan ada Brugman bersama Ibunya.
Jadi ingat, kalau sering berlaku egois ke orang tua. Waktu ujian semesteran, beli pulsa buat nelpon orang tua, minta doa restu. Tapi di hari-hari biasa, jarang nelpon bahkan hanya untuk menanyakan kabar. Di hari menjelang SPMB dulu, nelpon ke orang tua berjam-jam hanya untuk berkeluh kesah, betapa susahnya mengerjakan soal SPMB, padahal itu kesalahanku sendiri karena tidak pernah belajar di kala SMA dulu. Beruntung doa Ibu mengantarkanku ke tempat kuliahku sekarang.
Ketika Ibu jatuh sakit, Ibu bahkan tidak mengabariku, takut ganggu kuliah, padahal di kosan tidak pernah belajar. Menyedihkan. Bukan ini yang engkau harapkan dari putramu Bu. Maaf belum bisa jadi anak yang sempurna Bu!
Ya Allah, ampunilah dosaku, dosa kedua orang tua ku, dan sayangilah mereka, lebih dari bagaimana mereka menyayangiku, selama ini! Golongkanlah mereka sebagai ahli surga. Amiin!
Ditulis dalam experience | yang berkaitan doa orangtua, empat mata, ibu, tukul | Leave a Comment »
Mei 27, 2009 oleh Nugraha Hardika
Publikasi dari Survei THES (Times Higher Education Supplement) Asia tentang peringkat terbaik universitas Asia menyita perhatian banyak orang, terutama dari kalangan akademisi Indonesia. Secara umum, UI (Universitas Indonesia) berhasil masuk ke peringkat 50 besar Asia, kemudian UGM berada di peringkat 63, dan ITB di peringkat 80. Kampus Indonesia lain yang mendapat apresiasi dari THES Asia adalah Universitas Brawijaya, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro.
ITB kalah dengan dua kampus besar lain di Indonesia. Dua kampus tersebut berbenah hebat beberapa akhir tahun ini. Inilah pembenahan dari UI (kutipan dari Jakarta Post): UI rector Gumilar Rusmiwa Sumantri said earlier that UI’s constant improvement was due to internal reforms such as efficient financial management, greater efforts to produce international journals and promoting the university as a destination for study to international students. Similar measures have likewise been adopted by the ITB, whose rector Djoko Santoso said it had been enjoying an increasing number of foreign students in the past few years. (Lihat lanjut). Lain halnya dengan UGM, UGM berbenah untuk mengubah kurikulum. Dana untuk infrasturktur dialihkan untuk revisi kurikulum (Lihat Lanjut).
Walau ITB kalah di peringkat secara umum, ITB mendapatkan peringkat 21 di bidang Engineering & IT sementara UI dan UGM berada diperingkat 44 dan 51. ITB juga berhasil mendapatkan peringkat 27 untuk Natural Science. ITB unggul di dua bidang di atas. Sisa kategori adalah Arts & Humanities, Life Science & Biomedicine, dan Social Science.
Kampus-kampus yang berasal dari negara Jepang dan Korea mendominasi 200 kampus terbaik versi THES Asia. Aspek-aspek yang dinilai dari THES Asia ini adalah, kualitas penelitian (academic peer review), rasio staf pengajar dan mahasiswanya (student faculty ratio), Citations per paper, papers per faculty,
recruiter review, international faculty review, international students review and student exchanges inbound and outbound. Rangking keseluruhan dapat dilihat di sini (http://www.topuniversities.com/).
So, bagaimana putra-putri terbaik bangsa? Kampus kalian masih nomor 3 di bangsa ini ternyata. Malu? Tidak harus. Berprestasi? Wajib! Agar banyak karya yang dihasilkan ITB, banyak pula yang mengadaptasi karya kita.
Selama setahun terakhir, pengubahan kurikulum ini secara intensif dilakukan di sebagian besar fakultas di UGM. Sejumlah besar dana pun dikucurkan. UGM sengaja menekan pengeluaran pembelian alat untuk
dialihkan pada pengembangan kurikulum.
Ditulis dalam Uncategorized | yang berkaitan ITB, peringkat universitas, THES, THES Asia, UGM, UI, universitas | 1 Komentar »
Januari 8, 2009 oleh Nugraha Hardika
Sudah dua bulan ini saya dan teman-temanku berdiskusi tentang rencana pergi ke Bali. Kebanyakan dari kita sepakat untuk berwisata dengan gaya backpacking modal tas ransel 80 L yang beratnya mencapai 20 kg, pakaian ganti, plus uang secukupnya. Sebagian besar dari kami rupa-rupanya terobsesi oleh novel ketiga Andrea Hirata, Edensor, dan Traveler’s Tale yang berkeliling dunia hanya dengan modal minim. Namun, justru modal minim itulah yang akan menjadi penambah keindahan dari wisata kami.
Anyway, tidak semua dari kami setuju ke Bali dengan cara merana tersebut. Salah seorang temanku yang tinggal di JawaTimur dekat pulau Bali, tidak ceria ketika mendengar ide perjalanan kita adalah backpaking. Bagi dia, berwisata di Bali dengan murah tidak harus dengan backpaking, maklumlah dia punya saudara di Bali, jadi untuk urasan bermalam, dia tetap tidak beratapkan langit, terhindar dari gusuran satpam, dan barang-barangnya tidak kecopetan.
Karena dia yang paling tahu banyak tentang Bali, dia kami angkat sebagai Tour-Guide kami. Tour-Guide kami ingin wisata di Bali ‘normal’ dan pesertanya tidak. Oh, betapa inginnya kami ingin merasakan berwisata dengan cara backpacking ini. Semoga kami menemukan solusinya.
So, bisa bantu saya untuk nemuin solusinya ga? Sertain juga tips backpacking ke Bali donk…
Ditulis dalam experience | 2 Komentar »
Januari 5, 2009 oleh Nugraha Hardika
(7 Juli 2007)
Sebenarnya udah lama pengen cerita ini. Tapi baru sempet sekarang ngetik
dan posting di fs nya. Ini cerita tentang dulu saat harus panik, bolak-balik
Jakarta-Lamongan, gara-gara banyak berkas penting seperti ijazah, akte lahir,
rapot, kartu keluarga dan lainnya ketinggalan, padahal mau daftar STAN dan STIS
yang membutuhkan berkas-berkas tersebut. Terhitung dah dua kali aku bolak-balik
Jakarta-Lamongan dalam masa SPMB. Yang terakhir adalah bolak-balik
Jakarta-Bandung-Jakarta-Lamongan-Jakarta-Bandung, untuk daftar ulang di kampus.
Sebutlah hari pertama aku berangkat adalah di hari pertama (krn aku dah lupa).
Jadi hari pertama siang beli tiket kereta api buat berangkat ke Lamongan pada
hari kedua dan berangkat ke Bandung, harus sampai Bandung pada jam 14.00
padahal dari Jakarta dari jam 12.08. Thanks Mas Supri, mungkin engkau lebih
pantas mengenderai mobilnya Hamilton, dia yang bawa aku ke Bandung ambil
formulir buat daftar ulang, lalu balik ke Jakarta pada sore harinya. Hari kedua
sore aku berangkat ke Lamongan by train, duduk bareng akhwat yang ga pengen
nikah ama ihwan, mau tau napa? Ini rahasia J. Pagi pada hari ketiga sampai di Lamongan dan
nyiapin berkas buat daftar ulang. Besoknya, pada hari keempat sore balik ke
Jakarta dan tiba di keesokan harinya. Hari ke lima waktu dhuha, istirahat
sejenak dan pada siang harinya ke Bandung lagi untuk daftar ulang, crazy trip
selesai.
Seru dan kadang-kadang pengen lagi. Itu tadi crazy trip kedua ku selama
masa SPMB. Aku ga crita detilnya karena ga da foto-fotonya, jadi banyak yang
lupa. Tapi yang aku ceritain berikut ni ga kalah seru koq. Semua crazy trip ni
harus aku lakukan karena memang aku bukan orang yang disiplin, suka nunda-nunda
pekerjaan. Udah ah, ga perlu cerita tentang unsur intrinsik, kaya nilai moral
dll, ambil aja hikmahnya ndiri. Ok, mau tau ceritanya? Baca aja.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam Uncategorized | 1 Komentar »
Januari 5, 2009 oleh Nugraha Hardika
Wih akhirnya kesampaian juga punya HP modem. Sebagai mahasiswa, koneksi internet yang bermega per sekon kayaknya tidak terlalu berguna. Asal lancar buka email, surfing, blogging, cek facebook dan friendster itu udah cukup. Toh juga kalupun nanti butuh yang kenceng tinggal lari ke kampus.
Selain itu, harga murah harus jadi prioritas utama. Maka tak heran pilihan saya jatuh ke smart dengan HP Haier nya yang dibundel dengan harga 289rb.
Pertama kali nyoba, saya mengalami kegagalan install driver. WAP nya juga belum bisa dipakai . Setelah datang di customer care nya, mereka memberikan driver baru untuk di install dan akhirnya jalan juga koneksi internetnya. Mereka juga mensetting ulang wap.
Ketika menggunakan modem ini, saya mendapati beberapa ganjalan. Entah mengapa susauh sekali untuk upload foto dari laptop saya ke wordpress, selalu terdapat IO Error. Namun overall, masih okelah!
Ditulis dalam Uncategorized | Leave a Comment »
September 21, 2008 oleh Nugraha Hardika
Berhari-hari sudah, bersusah payah mencari lagu dari jingle nya pasta gigi Close Up. Engga’ ada banyak informasi kecuali potongan kecil dari reff. nya “Ohh… It’s what you do to me?”. Berbekal sepenggal lirik itu, mulailah saya untuk googling. Alhamdulillah nemu banyak, tapi sayang beberapa diantaranya adalah link jingle close up yang lain, ada yang jingle close up untuk India, Amerika Selatan, dan lain-lain. Sedangkan untuk mencari yang di Indonesia lumayan sulit juga.
Terakhir nemuin url ke YouTube, judul lagunya “Hei There Delilah” yang nyanyiin Plain White T’s. Namun sayang, ITB ngeblok YouTube, jadi ga bisa coba di tempat. Mungkin lain kali. Ini dia url nya: http://www.youtube.com/watch?v=ESwvUoxl9KE
Lagu ini, lumayan keren, menurut saya sih gitu. Dulu pas di awal-awal iklan ini, jadi inget, banyak anak-anak kecil yang tinggal di sekitar kosan saya menyanyikan lagu itu di kala mereka dimandikan orang tuanya sebelum berangkat ke sekolah. Walau ‘cempreng’ tapi lumayan, buat nemanin saya berangkat ke kampus pagi-pagi.
Setelah lagu ini dapat, kayaknya masih mau berburu lagu lain nih. Lagunya FIFA Manager 06, Stereophonic-Dakota. Kalau ada yang tahu tempat downloadnya, kasih tau ya!
Ditulis dalam dowload, lagu, opinion | yang berkaitan 2006, close up, comercial, do, FIFA, iklan, jingle, manager, to me, what, you | 14 Komentar »
September 15, 2008 oleh Nugraha Hardika

Fyuh… Tiap pagi ketika berngkat kuliah saya harus bawa tiga kardus. Lumayan berat, apalagi pas kemarin di bulan puasa. Wah, ga ketulungan hausnya, angkat-angkat kardus ginian ke kampus cuma nambah alasan buat berdoa agar hari segera petang, lalu bersiap diri ke masjid, untuk berburu ta’jil gratis.
Tiga kardus itu berisikan buku teman-teman saya. Teman-teman saya nitip fotokopi buku dari dosen. Sebenarnya sih bukan mereka yang nitip, tapi saya menawarkan kepada teman-teman untuk titip fotokopi ke saya. Awalnya sih iseng, niat mau bantu mereka. Tapi, lama-lama jadi ngelihat peluang bisnis di sini.
Kelihatan ga etis juga sih, ambil laba dari orang-orang yang mau belajar keras. Oleh karena itu saya harus mikir lagi, gimana tetap dapat laba tapi tetap dengan cara yang etis.
Lanjut Baca »
Ditulis dalam experience | yang berkaitan mahasiswa, perjuangan, usaha | Leave a Comment »